Bendungan Sumber Petaka Banjir, Petani Sawah di 3 Desa di Wilayah Megang Sakti Musi Rawas Nasibmu Kini !!!

- Penulis

Senin, 24 Februari 2025 - 21:56 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ket. Salah satu warga tunjukkan kepada Wartawan bendungan sumber petaka penyebab banjirnya sawah. Sabtu,(22/02/2025)

Musi Rawas, Sumatera Selatan |

Target Musi Rawas menuju swasembada beras mungkin saja sebuah kemustahilan, jika saja tidak didukung dengan keseriusan penataan maupun perencanaan pembangunan sarana prasarananya yang tepat guna.

Sekalipun seperti diketahui di era pemerintahan Presiden Prabowo Subianto sektor pertanian mendapatkan perhatian serius. Dan juga merupakan salah satu dari program Bupati dan Wakil Bupati Musi Rawas periode 2025-2030 untuk menuju swasembada beras.

Namun sebaik apapun itu namanya program, jika bawahan jajarannya atau eksekutor dilapangan tidak turun langsung atau tidak peka terhadap kendala yang dihadapi oleh pihak petani, semuanya tentu akan sia-sia. Seperti halnya yang terjadi di wilayah Kecamatan Megang Sakti, Kabupaten Musi Rawas Sumatera Selatan.

Sebagaimana dari pengakuan puluhan warga kepada media ini, akibat pintu bendungan yang hanya lebarnya sekitar 1 meter dan cuma ada 1 pintu, debit air yang tinggi pun meluap hingga menenggelamkan ratusan hektar sawah di 3 wilayah desa.

Baca Juga :  BUPATI EMPAT LAWANG HADIRI DEKLARASI INDONESIA BERSINAR, SERUHKAN GERAKAN BERSAMA HENTIKAN NARKOBA

Dan merekapun harus menanam ulang hingga 3-4 kali tanam akibat banjir dari luapan bendungan tersebut. Dan kondisi seperti ini menurut mereka sudah terjadi selama bertahun-tahun. Mirisnya lagi mereka mengatakan, telah menyampaikan hal ini keberbagai pihak, namun tidak ada tindakan sama sekali. Seperti petani dibiarkan begitu saja meratapi nasibnya. Padahal secara awam, akar permasalahannya sebenarnya tidaklah terlalu rumit, tinggal dibuatkan pintu saluran pembuangan air yang sedikit lebar. Sehingga air di dalam bendungan tidak sampai meluap.

Akibat tidak kunjung ada perhatian dari pemerintah khususnya pemerintah Kabupaten Musi Rawas, di suatu ketika sejumlah petani pun mengambil inisiatif membuat pintu air darurat. Yang tujuannya untuk mengurangi luapan air bendungan yang ada di Desa Jajaran Baru I, Kecamatan Megang Sakti tersebut dengan cara menjebol sisi sekitar bendungan.

Warga jebol bendungan demi mengurangi debit air

Namun yang terjadi justru berakibat fatal, dianggap merusak aset negara oleh seseorang yang menurut mereka dari oknum dari PU Kabupaten Musi Rawas. Dan pintu air darurat yang dikerjakan secara gotong royong oleh petani tersebut akhirnya ditutup. Benar-benar memprihatinkan, petani seperti mereka yang dijuluki sebagai “PEJUANG PANGAN” tapi secara perlakuan nyaris tanpa perhatian dari pemerintah.

Baca Juga :  ISAK TANGIS KELUARGA IRINGI SIDANG NOVI. BINTI A. GANI.

Tidak kuat menanggung kerugian terus menerus, sekitar 30 orang petani dari 3 desa yakni dari Desa Jajaran Baru I, Megang Sakti V, Sumber Rejo pada Sabtu, (22/02) kembali menjebol sisi sekitar bendungan. Dan luapan air bendungan pun seketika surut, dan ini merupakan kali kedua dilokasi yang sama di jebol oleh petani korban yang sawahnya kebanjiran. Entah sampai kapan adanya perhatian dari pemerintah terkait kendala yang dihadapi oleh masyarakat petani tersebut.

Kepada media ini yang mengikuti kegiatan mulai dari awal, menyampaikan harapannya kepada pemerintah Kabupaten Musi Rawas untuk segera turun langsung ke lokasi. Serta meminta perhatian serius dan tindakan nyata untuk menangani permasalahan ini.

(Editor/Liputan : Binsar Siadari)

Berita Terkait

Diduga Banyak Kegiatan Fiktif, Aktivis & Media Siap Laporkan Dana Desa Rantau Dodor ke BPK dan Kejaksaan
SENGKETA WARIS MEMANAS, AHLI WARIS TUNTUT KEADILAN TANAH ATAS NAMA TUNIT BINTI JENAH & TINJAN BIN BANJAR HUSIN DI TABA LESTARI.
Harga Gas LPG Melonjak Rp60 Ribu, Masyarakat Desak Pemkab Empat Lawang Bertindak
Dugaan Hina Profesi Wartawan: Polres Empat Lawang Panggil Oknum Guru PNS
GEMPAR! BAYI DITEMUKAN DIBUANG DI SEMAK BELUKAR, KAPOLRES: KAMI AKAN CARI PELAKUNYA
GURU BAHASA INDONESIA SMPN 5 TEBING TINGGI HINA WARTAWAN: “CARI BERITA KE AKHIRAT”, FORKOM WARTAWAN SIAP LAPORKAN!
DIDUGA TIMBUN GAS DI RUMAH MEWAH, HARGA LPG DI EMPAT LAWANG MELAMBUNG CAPAI RP 50 RIBU
GEGER! DITUDUH CURI SAWIT, DERLI ROMADON DIPUKULI, MATA DILAKBAN RAPAT,SETELAH 1 BULAN LEBIH KINI HARUS DI LARIKAN KE RUMAH SAKIT. KELUARGA: NO JUSTICE NO PEACE!
Berita ini 133 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 18 April 2026 - 19:40 WIB

Diduga Banyak Kegiatan Fiktif, Aktivis & Media Siap Laporkan Dana Desa Rantau Dodor ke BPK dan Kejaksaan

Sabtu, 18 April 2026 - 17:11 WIB

SENGKETA WARIS MEMANAS, AHLI WARIS TUNTUT KEADILAN TANAH ATAS NAMA TUNIT BINTI JENAH & TINJAN BIN BANJAR HUSIN DI TABA LESTARI.

Sabtu, 18 April 2026 - 11:44 WIB

Harga Gas LPG Melonjak Rp60 Ribu, Masyarakat Desak Pemkab Empat Lawang Bertindak

Sabtu, 18 April 2026 - 11:15 WIB

Dugaan Hina Profesi Wartawan: Polres Empat Lawang Panggil Oknum Guru PNS

Senin, 13 April 2026 - 17:17 WIB

GEMPAR! BAYI DITEMUKAN DIBUANG DI SEMAK BELUKAR, KAPOLRES: KAMI AKAN CARI PELAKUNYA

Berita Terbaru