DIDUGA TIMBUN GAS DI RUMAH MEWAH, HARGA LPG DI EMPAT LAWANG MELAMBUNG CAPAI RP 50 RIBU

- Penulis

Sabtu, 11 April 2026 - 11:37 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

EMPAT LAWANG –Literaturtv.id… Kelangkaan dan melambungnya harga Gas LPG 3kg (melon) di wilayah Kecamatan Tebing Tinggi, Kabupaten Empat Lawang, ternyata diduga kuat dipicu oleh praktik penimbunan yang dilakukan oknum tak bertanggung jawab.

Hal ini terungkap setelah ditemukan aktivitas mencurigakan di sebuah rumah mewah yang berlokasi di Kelurahan Pasar, Kecamatan Tebing Tinggi, Kabupaten Empat Lawang, tepatnya di lingkungan Tanjung Beringin.

Pada Sabtu, 11 April 2026, terlihat jelas sebuah mobil bermerek Pertamina parkir dan melakukan aktivitas bongkar muat tabung gas di lokasi tersebut. Yang menjadi sorotan, rumah tersebut tidak memiliki papan nama maupun izin resmi sebagai Agen atau Pangkalan resmi penyalur gas.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, rumah tersebut diketahui milik seseorang berinisial “D” yang sama sekali bukan merupakan agen resmi. Di dalam lokasi tersebut, diduga kuat telah disiapkan gudang khusus yang difungsikan sebagai tempat penampungan stok gas dalam jumlah besar secara ilegal. Seharusnya, distribusi gas bersubsidi hanya boleh dilakukan di tempat yang telah ditetapkan dan memiliki legalitas jelas.

Akibat praktik penimbunan ini, stok di pangkalan resmi kosong melompong, sehingga masyarakat dibuat menjerit karena harga gas di pasaran bebas meroket hingga mencapai Rp 50.000 per tabung.

Baca Juga :  Brimob” Jadi Centeng Perusahaan Swasta PT Elap/KKST? Warga Empat Lawang Resah

Sementara itu, terungkap juga adanya aktivitas penjualan yang mencurigakan di lokasi lain. Ditemukan sebuah agen yang setiap hari Jumat mengeluarkan stok gas sebanyak 100 buah lebih. Lokasi ini berada di Tanjung Kupang, Kecamatan Tebing Tinggi, tepatnya di Perumahan MTs.

Menurut keterangan yang beredar, agen tersebut mengatasnamakan badan usaha bernama CV. CANDRA. Yang menjadi pertanyaan besar, meskipun statusnya sebagai agen, mereka justru menjual tabung gas tersebut dengan harga Rp 25.000 per tabung. Padahal, seharusnya sebagai agen harga jual jauh lebih rendah agar bisa disalurkan ke pengecer dengan harga wajar.

Merespons fenomena ini, Anton selaku aktivis menyoroti ketidakwajaran harga tersebut.

“Kalau agen saja menjual seharga Rp 25.000, bagaimana nanti warung atau pengecer bisa menjual ke masyarakat dengan harga wajar? Pasti harganya akan semakin mahal,” ujar Anton dengan nada keras.

Lebih jauh, Anton menegaskan sikap tegasnya.
“Jika hal ini dibiarkan dan didiamkan saja, apa lagi yang harus kami tunggu? Kami siap menindak langsung jika tidak ada keadilan. Ingat, selama tidak ada keadilan, maka tidak akan ada kedamaian,” tegasnya.

Baca Juga :  PJ Kades Lesung batu akan di Laporkan Ke kejaksaan Negeri Empat Lawang atas dugaan Korupsi DD tahun 2024

Sementara itu, berbagai elemen masyarakat mulai dari aktivis, mahasiswa, hingga tokoh masyarakat menuntut tindakan tegas. Mereka menilai pelanggaran ini sudah sangat jelas dan tidak boleh dibiarkan terus terjadi karena merugikan masyarakat luas.

Masyarakat juga meminta pihak aparat penegak hukum agar segera turun tangan dan bertindak tegas tanpa pandang bulu terhadap oknum-oknum yang terbukti melanggar aturan, melakukan praktik monopoli, maupun menyalahgunakan bangunan sebagai gudang ilegal.

Secara khusus, tuntutan disampaikan kepada:

1. Pertamina Wilayah Sumatera Selatan untuk mengevaluasi dan menindak tegas sopir maupun pihak yang menyalahgunakan kendaraan operasional dengan memindahkan atau membongkar muatan di tempat yang tidak terdaftar/terbit izinnya.
2. Pihak Pusat / Kementerian terkait agar segera menindaklanjuti temuan ini hingga ke akar masalahnya.
3. Pemerintah Kabupaten Empat Lawang, khususnya Dinas Perdagangan, Perindustrian, Koperasi, dan UKM (Disprindakop) agar segera turun tangan melakukan razia, penyegelan gudang, dan penindakan hukum tegas terhadap pelanggar.

Masyarakat berharap penanganan yang cepat dan transparan agar harga gas bisa kembali normal dan stabil sesuai aturan pemerintah.

 

(Red)

Berita Terkait

Diduga Banyak Kegiatan Fiktif, Aktivis & Media Siap Laporkan Dana Desa Rantau Dodor ke BPK dan Kejaksaan
SENGKETA WARIS MEMANAS, AHLI WARIS TUNTUT KEADILAN TANAH ATAS NAMA TUNIT BINTI JENAH & TINJAN BIN BANJAR HUSIN DI TABA LESTARI.
Harga Gas LPG Melonjak Rp60 Ribu, Masyarakat Desak Pemkab Empat Lawang Bertindak
Dugaan Hina Profesi Wartawan: Polres Empat Lawang Panggil Oknum Guru PNS
GEMPAR! BAYI DITEMUKAN DIBUANG DI SEMAK BELUKAR, KAPOLRES: KAMI AKAN CARI PELAKUNYA
GURU BAHASA INDONESIA SMPN 5 TEBING TINGGI HINA WARTAWAN: “CARI BERITA KE AKHIRAT”, FORKOM WARTAWAN SIAP LAPORKAN!
GEGER! DITUDUH CURI SAWIT, DERLI ROMADON DIPUKULI, MATA DILAKBAN RAPAT,SETELAH 1 BULAN LEBIH KINI HARUS DI LARIKAN KE RUMAH SAKIT. KELUARGA: NO JUSTICE NO PEACE!
Tatap Muka Kapolsek Tebing Tinggi dengan Poldes Se-Kecamatan Saling: Perkuat Sinergi Jaga Kamtibmas Empat Lawang
Berita ini 550 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 18 April 2026 - 19:40 WIB

Diduga Banyak Kegiatan Fiktif, Aktivis & Media Siap Laporkan Dana Desa Rantau Dodor ke BPK dan Kejaksaan

Sabtu, 18 April 2026 - 17:11 WIB

SENGKETA WARIS MEMANAS, AHLI WARIS TUNTUT KEADILAN TANAH ATAS NAMA TUNIT BINTI JENAH & TINJAN BIN BANJAR HUSIN DI TABA LESTARI.

Sabtu, 18 April 2026 - 11:44 WIB

Harga Gas LPG Melonjak Rp60 Ribu, Masyarakat Desak Pemkab Empat Lawang Bertindak

Sabtu, 18 April 2026 - 11:15 WIB

Dugaan Hina Profesi Wartawan: Polres Empat Lawang Panggil Oknum Guru PNS

Senin, 13 April 2026 - 17:17 WIB

GEMPAR! BAYI DITEMUKAN DIBUANG DI SEMAK BELUKAR, KAPOLRES: KAMI AKAN CARI PELAKUNYA

Berita Terbaru