Dugaan Potongan Uang Oprasional Kelurahan Tanjung Makmur, Bendahara Sebut Atas Perintah Camat

- Penulis

Selasa, 23 Desember 2025 - 17:41 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tebing Tinggi – linterturtv.id.23.12.2024.Terungkap dugaan potongan uang oprasional kelurahan sebesar Rp 3.986.000,- di Kelurahan Tanjung Makmur, Kecamatan Tebing Tinggi. Berdasarkan informasi yang diperoleh awak media, total anggaran uang oprasional yang dialokasikan untuk kelurahan tersebut adalah kurang lebih Rp 7 juta,- namun yang diterima oleh pihak kelurahan hanya Rp 3 juta,- saja

Dan hal ini juga bukan hal yang pertama yang terjadi di kantor camat tebing tinggi berdasarkan informasi dan mantan lurah yang perna jabat di kecamatan tebing tinggi.

Tim juga akan mencari informasi surat pertanggung jawaban ( SPJ ) di setiap kantor lurah di kantor camat tebing tinggi.karna hal tersebut jika memang adanya terjadi bagaiman pembuatan SPJ nya atau memang adanya dugaan kegiatan FIKTIF

Ketika dihubungi untuk konfirmasi, bendahara kecamatan dengan inisial “WW” mengakui adanya selisih tersebut dan menyatakan bahwa potongan uang dilakukan atas perintah Camat Kecamatan Tebing Tinggi. Namun, ketika awak media bertemu langsung dengan Camat, sang pejabat menyatakan bahwa uang yang dipotong tersebut diberikan kepada “oknum lainnya” tanpa memberikan keterangan lebih lanjut mengenai identitas atau alasan pemberian tersebut.

Baca Juga :  Tangkap dan penjarakan Pj Kepala Desa Tanjung Raman Diduga Gelapkan BLT-DD Di Tahun 2024 Selama Tiga Bulan

Masalah ini semakin memprihatinkan karena dugaan pertanggung jawaban penggunaan uang oprasional kelurahan banyak yang dianggap tidak jelas dan dipiktifkan. Informasi mengenai dugaan potongan ini telah mencapai pihak aparat penegak hukum, Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), dan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Temuan BPK Terkait Uang di Kantor Camat Kecamatan Tebing Tinggi

Selain dugaan potongan uang oprasional kelurahan, temuan pemeriksaan BPK terhadap keuangan kantor camat tersebut menunjukkan beberapa poin penting, antara lain:

– Tidak sesuai dengan dokumen pendukung: Sebagian transaksi keuangan yang terkait alokasi anggaran untuk kelurahan tidak disertai dokumen pendukung yang lengkap dan sah, seperti nota pembelian, surat penyerahan, atau laporan penggunaan uang.
– Selisih antara buku catatan dan realisasi: Terdapat selisih signifikan antara data buku catatan keuangan kantor camat dengan realisasi pengeluaran yang tercatat di sisi penerima (kelurahan), termasuk kasus potongan uang oprasional Kelurahan Tanjung Makmur.
– Kurangnya transparansi dalam penyaluran anggaran: BPK menemukan bahwa proses penyaluran anggaran ke kelurahan tidak dilakukan melalui mekanisme yang transparan dan sesuai prosedur peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Baca Juga :  KASUS KEMATIAN WANITA DI KURANJI PADANG BELUM TERUNGKAP, KELUARGA MINTA KEPASTIAN HUKUM

BPK telah memberikan rekomendasi kepada kantor camat untuk melakukan penyesuaian dan penjelasan mengenai temuan tersebut, serta menuntut penegakan pertanggung jawaban bagi pihak yang terkait. Pihak KPK juga menyatakan akan melakukan pengecekan awal terhadap informasi yang diterima sebelum menentukan langkah selanjutnya.

@#red

Berita Terkait

Diduga Banyak Kegiatan Fiktif, Aktivis & Media Siap Laporkan Dana Desa Rantau Dodor ke BPK dan Kejaksaan
SENGKETA WARIS MEMANAS, AHLI WARIS TUNTUT KEADILAN TANAH ATAS NAMA TUNIT BINTI JENAH & TINJAN BIN BANJAR HUSIN DI TABA LESTARI.
Harga Gas LPG Melonjak Rp60 Ribu, Masyarakat Desak Pemkab Empat Lawang Bertindak
Dugaan Hina Profesi Wartawan: Polres Empat Lawang Panggil Oknum Guru PNS
GEMPAR! BAYI DITEMUKAN DIBUANG DI SEMAK BELUKAR, KAPOLRES: KAMI AKAN CARI PELAKUNYA
GURU BAHASA INDONESIA SMPN 5 TEBING TINGGI HINA WARTAWAN: “CARI BERITA KE AKHIRAT”, FORKOM WARTAWAN SIAP LAPORKAN!
DIDUGA TIMBUN GAS DI RUMAH MEWAH, HARGA LPG DI EMPAT LAWANG MELAMBUNG CAPAI RP 50 RIBU
GEGER! DITUDUH CURI SAWIT, DERLI ROMADON DIPUKULI, MATA DILAKBAN RAPAT,SETELAH 1 BULAN LEBIH KINI HARUS DI LARIKAN KE RUMAH SAKIT. KELUARGA: NO JUSTICE NO PEACE!
Berita ini 124 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 18 April 2026 - 19:40 WIB

Diduga Banyak Kegiatan Fiktif, Aktivis & Media Siap Laporkan Dana Desa Rantau Dodor ke BPK dan Kejaksaan

Sabtu, 18 April 2026 - 17:11 WIB

SENGKETA WARIS MEMANAS, AHLI WARIS TUNTUT KEADILAN TANAH ATAS NAMA TUNIT BINTI JENAH & TINJAN BIN BANJAR HUSIN DI TABA LESTARI.

Sabtu, 18 April 2026 - 11:44 WIB

Harga Gas LPG Melonjak Rp60 Ribu, Masyarakat Desak Pemkab Empat Lawang Bertindak

Sabtu, 18 April 2026 - 11:15 WIB

Dugaan Hina Profesi Wartawan: Polres Empat Lawang Panggil Oknum Guru PNS

Senin, 13 April 2026 - 17:17 WIB

GEMPAR! BAYI DITEMUKAN DIBUANG DI SEMAK BELUKAR, KAPOLRES: KAMI AKAN CARI PELAKUNYA

Berita Terbaru