EMPAT LAWANG –Literaturtv.id.Emosi meluap di kalangan insan pers. Gabungan wartawan media cetak, online, dan televisi di bawah naungan Forkom Diskominfo Kabupaten Empat Lawang bersiap mengambil langkah hukum dan resmi melaporkan oknum guru berinisial CA.
Pelaku diketahui adalah Guru Bahasa Indonesia di SMP Negeri 5 Kecamatan Tebing Tinggi. Ia diduga keras menghina profesi jurnalis melalui komentar provokatif di media sosial Facebook, terkait pemberitaan kasus dugaan penimbunan gas LPG.
Alih-alih berdiskusi sehat, oknum guru ini justru melontarkan kalimat yang sangat merendahkan dan tidak pantas diucapkan oleh seorang pendidik.
“BELAJAR DULU, CARI BERITA KE AKHIRAT!”
Dalam unggahannya, CA menyebut berita tersebut “pembodohan publik” dan tidak memenuhi unsur 5W+1H. Ia bahkan dengan arogan menyarankan wartawan untuk “belajar dulu cara menulis”.
Tidak cukup di situ, ia secara personal menyerang Jurnalis TVRI, Diah Anggraini, dengan tudingan “suka menjatuhkan orang”. Puncaknya, ia mengeluarkan kalimat yang sangat menyinggung:
“Coba cari ide sendiri, cari ke akhirat misalnya!”
Kalimat ini dinilai sangat tidak etis, apalagi diucapkan oleh seorang pengajar bahasa yang seharusnya menjadi teladan dalam penggunaan kata dan sikap.
RODI HARTONO: SANGAT MENYAYANGKAN, ASN HARUS BERTINDAK BIJAK
Ketua PWI Kabupaten Empat Lawang, Rodi Hartono, menegaskan sikap tegasnya. Ia menyayangkan arogansi oknum guru yang dinilai sangat tidak mencerminkan sosok pendidik dan Aparatur Sipil Negara (ASN).
“Sebagai tenaga pengajar dan ASN, seharusnya memberi contoh etika, bukan justru menghina dan menggeneralisasi seluruh wartawan seolah salah semua. Banyak rekan kami yang sudah bersertifikasi Dewan Pers dan bekerja profesional,” tegas Rodi.
SIAP TEMUI DINAS PENDIDIKAN
Forkom Wartawan Empat Lawang akan segera mendatangi Dinas Pendidikan untuk menyampaikan protes keras. Mereka menuntut:
1. Profesi guru dan wartawan harus saling menghormati karena sama-sama mencerdaskan bangsa.
2. Etika bermedsos harus dijaga, jangan sampai menyakiti dan merendahkan profesi lain dengan kalimat yang tidak pantas.
3. Jika ada kritik, sampaikan secara elegan dan profesional, bukan dengan kalimat yang merendahkan seperti “cari ke akhirat”.
Hingga berita ini diturunkan, suasana masih memanas. Gabungan wartawan menegaskan, keadilan harus ditegakkan. Selama profesi mereka diinjak-injak dan dihina, mereka tidak akan tinggal diam.
(CenciR )









