Megang Sakti, Musi Rawas, Sumsel – LITERATURTV. ID|
Artikel “POTRET KEMERDEKAAN DI ALAM KEMERDEKAAN” yang disajikan oleh Binsar Siadari ini adalah merupakan refleksi pedas, terhadap makna kemerdekaan Indonesia di era modern.
Binsar memulai dengan mengutip amanat UUD 1945 tentang hak kemerdekaan adalah merupakan hak segala bangsa, dan tentu saja termasuk dalam hal untuk mempertahankan kemerdekaan itu sendiri.
Namun apakah di alam kemerdekaan ini kita sudah benar-benar merdeka dalam segi keadilan? Bukankah ironi yang menyakitkan sering terjadi, tentang kemerdekaan yang ternoda oleh ketidakadilan, terutama bagi masyarakat lemah?
Penulis secara lugas menyoroti bagaimana hukum seolah tak berdaya di hadapan oknum perusahaan, yang patut diduga menjadi sumber berbagai permasalahan sengketa tanah di sekitar perusahaan nakal tersebut.
Kehadiran awal perusahaan yang diharapkan demi kesejahteraan yang dapat menyerap tenaga kerja lokal, guna mengurangi pengangguran. Namun pada kenyataannya seringkali justru menjadi “biang kerok” awal mula hadirnya permasalahan. Seperti banyak jadi bahan pemberitaan media maupun curhatan warga di sosial media, yang menjerit dengan praktik dugaan perampasan tanah ulayat menjadi isu sentral.
Di sini Binsar dengan nada miris menggambarkan kepasrahan warga yang terpaksa terusir dari tanah leluhur mereka, karena minimnya pembelaan hukum. Tidak jarang mereka mendapat intimidasi dari pihak perusahaan dengan dalih keamanan.
Lebih jauh, artikel ini menyoroti terkikisnya nilai-nilai luhur seperti adat istiadat dan kegotongroyongan, digantikan oleh individualisme dan kepentingan pribadi. Kehadiran perusahaan yang awalnya diharapkan membawa kemaslahatan justru bertransformasi menjadi “malapetaka” dengan praktik mafia tanah yang merugikan masyarakat awam.
Dengan berbagai macam pertanyaan yang timbul “Inikah penjajahan gaya baru?”. Binsar secara efektif menggugah kesadaran pembaca akan ketidakberdayaan masyarakat di tengah praktik-praktik yang merugikan.
Artikel ini diakhiri dengan harapan akan adanya ketegasan pemerintah untuk memastikan bahwa kehadiran perusahaan benar-benar membawa manfaat dan bukan justru memecah belah masyarakat serta menciptakan masalah baru.
Secara keseluruhan, artikel ini adalah sebuah kritik sosial yang tajam dan relevan, mengingatkan kita bahwa kemerdekaan sejati tidak hanya sebatas bebas dari penjajahan fisik. Akan tetapi juga bebas dari ketidakadilan dan penindasan dalam berbagai bentuknya.
*Binsar Siadari adalah merupakan seorang jurnalis, yang aktif mengkritisi berbagai permasalahan sosial.
Penulis : Binsar Siadari
Editor : Binsar Siadari









