Garda Astra citra geram karena banyak mafia tanah dan oknum merampas hak masyarakat.

- Penulis

Kamis, 1 Januari 2026 - 15:37 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sumatera Selatan,lahat, literaturtv.id.Mendapat laporan dan permohonan dari perwakilan masyarakat Desa Mekar Jaya Kecamatan Kikim Barat Kabupaten Lahat Provinsi Sumatera Selatan , atas banyaknya perampasan hak-hak rakyat secara paksa , terstruktur , masif dan terorganisir , tim Garda Asta Cita yang diketuai oleh *Pak Rizky* merasa geram langsung merespon hal tersebut tanpa basa-basi pada rabu , 24 Desember 2025 tim dari jakarta menuju Kota Lahat demi membantu masyarakat disudut desa terpencil. Setelah sebelumnya tepat dimalam Natal beroordinasi dengan Bupati Lahat *Bursah Zarnubi,S.E* di rumah dinas.
Kamis siang tim dengan dibantu pengawalan TNI dari Koramil bertolak ke desa Mekar Jaya melalui akses jalan yang rusak berat.

Dengan hadirnya tim Garda Asta Cita sampai ke lokasi ratusan orang telah berkumpul menunggu dan menyambut haru , tampak banyak diantaranya terisak menangis gembira. Warga masyarakat desa Mekar Jaya duduk berdesakan , meskipun dengan suasana hujan lebat dan tempat alakadarnya , tidak menyurutkan semangat serta antusias warga untuk berkumpul di bawah tenda darurat untuk bisa mendengar langsung paparan yang disampaikan.
Perwakilan masyarakat silih berganti menyampaikan semua penindasan dan berbagai kezaliman yang pernah dialami sejak tahun 1980 an.

Warga transigrasi UPT.IV.TT.II.A/B SKP Mekar Jaya hingga saat ini tidak ada yang mendapatkan lahan usaha berupa LU1 dan LU2 seluas 1 hektar dan 3/4 hektar justru lahan tersebut kini digarap oleh perusahaan swasta. Kemiskinan dan penderitaan tampak dari raut wajah warga yang hadir disana. Ditambah lagi ketimpangan agraria yang berdampak pada berlanjutnya kemiskinan berkepanjangan bagi warga Mekar Jaya.

Baca Juga :  BEREDAR DI MEDIA SOSIAL MENYATAKAN DIDUGA MBG ADALAH LADANG UNTUK PARA KORUPTOR

“Ini bukan sekadar sengketa lahan biasa. Ini adalah perampasan hak yang terorganisir ! Mereka merampas tanah rakyat kecil dengan cara yang sistematis dan keji, mohon bapak-bapak bisa menolong Kami dengan sepenuh hati agar dapat mengakhiri penderitaan ini” ungkap seorang tokoh masyarakat yang enggan disebutkan namanya karena alasan keamanan.

Kuasa hukum masyarakat *Iskandar Halim Munthe , SH.,MH.*, menegaskan bahwa kasus ini bukan sekadar masalah hukum yang sederhana, melainkan juga masalah moral dan kemanusiaan. Mafia tanah semakin menggurita, menjalar ke seluruh pelosok negeri, dan tak segan memangsa hak-hak masyarakat yang lemah. Aparat penegak hukum, mulai dari kepolisian hingga kejaksaan dan pengadilan, harus bertindak cepat, tegas, dan tanpa kompromi untuk membongkar jaringan mafia ini hingga ke akar-akarnya.

*Dodo Arman* tokoh aktivis senior yang tergabung dalam GL PRO 08 turut membersamai kehadiran Tim Garda Asta Cita hingga sampai di desa Mekar Jaya menyampaikan , bahwa rakyat harus mengobarkan semangat juang dan selalu kompak dalam memperjuangkan hak-hak nya , meskipun nyawa menjadi taruhannya. Karena perusahaan hadir disini begitu kejam merampas hak rakyat kecil, menindas masyarakat lemah jadi kita jangan takut untuk merebut kembali tanah yang dirampas , jangan berhenti bersuara dan berupaya sampai tanah yang dirampas dikembalikan menjadi milik rakyat sepenuhnya.

*Janu Praptomo* salah satu aktivis yang mendampingi ketua perwakilan masyarakat desa Mekar Jaya turut menyampaikan komentar bahwa “Siapapun oknum penguasa yang dengan sadar dan sengaja menggunakan kekuasaan untuk menindas rakyat , semena-mena berbuat keji harus bertanggung jawab dan harus diadili , ini Negara Hukum bukan Negara Mafia sebab bukan waktu yang singkat warga transmigran sejak tahun 1981 adalah rakyat Indonesia juga , kini hidup miskin akibat keserakahan para mafia tanah dan perusahaan. Kedaulatan ada ditangan rakyat jadi Negara harus hadir untuk rakyat, jangan beri ruang mafia bercokol di bumi yang merdeka ! jangan sampai gunakan kekuatan aparat bersenjata untuk menghadapi rakyat lemah, apalagi sampai melakukan intimidasi , kriminalisasi untuk membungkam suara rakyat ! ” , paparnya penuh optimis.

Baca Juga :  PEMBERLAKUAN KUHP BARU MEMBUAT PRAKTIK NIKAH SIRI DAN POLIGAMI TANPA PROSEDUR HUKUM BERPOTENSI BERUJUNG PIDANA

*Haruniadi Puspita Yuda* , tokoh dan sekaligus ketua perwakilan masyarakat Mekar Jaya menyampaikan harapan yang begitu besar , tanah seluas 5800 hekar lebih ini merupakan hak rakyat transmigrasi bukan hak perusahaan , sudah selayaknya rakyat yang menikmati hasilnya demi keberlangsungan hidup dan kesejahteraan sesuai amanah undang-undang , rakyat meminta keadilan tapi mengapa selalu diancam dan dihadap-hadapkan oleh aparat dilapangan. Kami akan terus berjuang hingga tetes darah penghabisan.

*Brigjend. Pol. (Purn) Drs. Hilman Thayib* sangat geram setelah mendengar dan melihat fakta di lapangan dan berjanji akan mengawal kasus mafia tanah di Mekar Jaya ini dan sekembalinya ke Jakarta akan melaporkan permasalahan ini ke bapak presiden *Prabowo Subianto* agar segera ditindak lanjuti.

#redaksi

Berita Terkait

Sama-sama Wakil Rakyat, Pasangan Suami Istri Dr. Wulan dan Hidayat Muhammad Hadiri HUT Kabupaten Empat Lawang
Diduga Banyak Kegiatan Fiktif, Aktivis & Media Siap Laporkan Dana Desa Rantau Dodor ke BPK dan Kejaksaan
SENGKETA WARIS MEMANAS, AHLI WARIS TUNTUT KEADILAN TANAH ATAS NAMA TUNIT BINTI JENAH & TINJAN BIN BANJAR HUSIN DI TABA LESTARI.
Harga Gas LPG Melonjak Rp60 Ribu, Masyarakat Desak Pemkab Empat Lawang Bertindak
Dugaan Hina Profesi Wartawan: Polres Empat Lawang Panggil Oknum Guru PNS
GEMPAR! BAYI DITEMUKAN DIBUANG DI SEMAK BELUKAR, KAPOLRES: KAMI AKAN CARI PELAKUNYA
GURU BAHASA INDONESIA SMPN 5 TEBING TINGGI HINA WARTAWAN: “CARI BERITA KE AKHIRAT”, FORKOM WARTAWAN SIAP LAPORKAN!
DIDUGA TIMBUN GAS DI RUMAH MEWAH, HARGA LPG DI EMPAT LAWANG MELAMBUNG CAPAI RP 50 RIBU
Berita ini 73 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 21 April 2026 - 17:04 WIB

Sama-sama Wakil Rakyat, Pasangan Suami Istri Dr. Wulan dan Hidayat Muhammad Hadiri HUT Kabupaten Empat Lawang

Sabtu, 18 April 2026 - 19:40 WIB

Diduga Banyak Kegiatan Fiktif, Aktivis & Media Siap Laporkan Dana Desa Rantau Dodor ke BPK dan Kejaksaan

Sabtu, 18 April 2026 - 17:11 WIB

SENGKETA WARIS MEMANAS, AHLI WARIS TUNTUT KEADILAN TANAH ATAS NAMA TUNIT BINTI JENAH & TINJAN BIN BANJAR HUSIN DI TABA LESTARI.

Sabtu, 18 April 2026 - 11:44 WIB

Harga Gas LPG Melonjak Rp60 Ribu, Masyarakat Desak Pemkab Empat Lawang Bertindak

Sabtu, 18 April 2026 - 11:15 WIB

Dugaan Hina Profesi Wartawan: Polres Empat Lawang Panggil Oknum Guru PNS

Berita Terbaru