JANGAN HANYA DENGAR SEPIHAK!” – MASYARAKAT DAN AKTIVIS DESAK WALI KOTA PANGGIL SEMUA PIHAK TERLIBAT KASUS PEMBERHENTIAN PERAWAT PUSKESMAS SIDOREJO

- Penulis

Rabu, 7 Januari 2026 - 23:58 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

LUBUK LINGGAU, SUMSEL – Polemik pemberhentian tenaga kesehatan di Puskesmas Sidorejo, Kelurahan Ulak Lebar, Kecamatan Lubuk Linggau Barat II, Kota Lubuk Linggau, semakin memanas. Seiring beredarnya narasi bahwa perawat yang bekerja sejak 2022 baru mengalami sedikit kesalahan langsung diberhentikan, sebagian masyarakat dan aktivis mengajukan tuntutan tegas agar Wali Kota Lubuk Linggau H Rachmat Hidayat memberikan klarifikasi yang lebih rinci dan tidak mengambil sikap sepihak terkait kasus ini.

Perawat kontrak BLUD yang bersangkutan bernama Silvia Pas Masari mengaku diberhentikan secara sepihak pada awal Januari 2026. Menurutnya, tidak ada alasan yang jelas diberikan dan posisinya digantikan oleh sepupu Kepala Puskesmas Hj Defi Marlena. Narasi ini membuat sebagian masyarakat berpendapat bahwa pihak terkait terlalu tegas dalam mengambil keputusan, mengingat Silvia telah berkontribusi selama beberapa tahun di kota ini.

Namun, pihak Puskesmas Sidorejo memberikan penjelasan berbeda. Kepala Puskesmas Hj Defi Marlena menyatakan bahwa kontrak Silvia tidak diperpanjang karena ia tidak masuk kerja selama enam minggu berturut-turut (7-29 September 2025) tanpa izin dan tidak dapat dihubungi. “Kami telah berusaha mencari keberadaannya hingga larut malam, bahkan mengecek lokasi yang disebutkan tempatnya berada namun tidak ditemukan. Kami juga telah memberikan surat peringatan sebanyak tiga kali dan berkoordinasi dengan keluarga,” jelas Hj Defi Marlena saat ditemui pada Senin (5/1/2026).

Baca Juga :  LSM Pendawa Lima Sumatera Selatan Kolaborasi dengan Nine Stars PT. Bintang Prima Karya Bersama Ciptakan Peluang Usaha

Ia menambahkan bahwa pihak puskesmas telah menemui keluarga Silvia secara langsung, di mana keluarga tersebut memberikan penjelasan terkait kepergian sang perawat dan menyatakan setuju dengan keputusan pemberhentian sesuai kontrak kerja yang berlaku. “Kita punya bukti video saat pertemuan dengan keluarga tersebut,” tegasnya. Selain itu, pihak puskesmas juga membantah tuduhan nepotisme, menyatakan tidak ada hubungan keluarga dengan tenaga yang menggantikan posisi Silvia.

Menanggapi hal ini, Wali Kota Lubuk Linggau H Rachmat Hidayat menegaskan bahwa langkah yang diambil kepala puskesmas sudah sesuai dengan prosedur yang berlaku. “Sesuai surat perjanjian kerja, jika seorang tenaga tidak hadir selama satu minggu tanpa alasan jelas akan diberikan surat peringatan. Proses tersebut sudah dilakukan oleh pihak puskesmas,” ujarnya pada Rabu (7/1/2026).

Baca Juga :  UNIT RESKRIM POLSEK MUARA KELINGI POLRES MUSI RAWAS BERHASIL MERINGKUS TERDUGA PEMBOBOL RUMAH DAN PENCURIAN EMAS

Namun, narasi dari pihak puskesmas tersebut kini disoti oleh aktivis dari komunitas aktivis Sumatra. Salah seorang aktivis yang menggunakan inisial CR mengungkapkan, “Ya seharusnya walikota Lubuk Linggau jangan hanya dengar sepihak. Panggil semua yang terlibat, baik kepala puskesmas, keluarga Silvia, maupun Silvia sendiri. Kan ada Inspektorat Kota Lubuk Linggau yang bisa melakukan pemeriksaan objektif. Kita lihat dulu perkembangannya. Jika tidak ada penyelesaian secara mediasi dalam waktu dekat, kami akan lakukan unjuk rasa ke depan kantor walikota untuk menuntut keadilan.”

Anggota DPRD Kota Lubuk Linggau Sherly Olivia Utari mendorong penyelesaian secara transparan dengan mempertemukan kedua belah pihak dan penjelasan terbuka dari Dinas Kesehatan untuk mencegah spekulasi yang tidak perlu terjadi di masyarakat.

Penulis : ZAINUDIN NASRI

Editor : ZAINUDIN NASRI

Sumber Berita : BAMBANG PRASETIYO

Berita Terkait

Diduga Banyak Kegiatan Fiktif, Aktivis & Media Siap Laporkan Dana Desa Rantau Dodor ke BPK dan Kejaksaan
SENGKETA WARIS MEMANAS, AHLI WARIS TUNTUT KEADILAN TANAH ATAS NAMA TUNIT BINTI JENAH & TINJAN BIN BANJAR HUSIN DI TABA LESTARI.
Harga Gas LPG Melonjak Rp60 Ribu, Masyarakat Desak Pemkab Empat Lawang Bertindak
Dugaan Hina Profesi Wartawan: Polres Empat Lawang Panggil Oknum Guru PNS
GEMPAR! BAYI DITEMUKAN DIBUANG DI SEMAK BELUKAR, KAPOLRES: KAMI AKAN CARI PELAKUNYA
GURU BAHASA INDONESIA SMPN 5 TEBING TINGGI HINA WARTAWAN: “CARI BERITA KE AKHIRAT”, FORKOM WARTAWAN SIAP LAPORKAN!
DIDUGA TIMBUN GAS DI RUMAH MEWAH, HARGA LPG DI EMPAT LAWANG MELAMBUNG CAPAI RP 50 RIBU
GEGER! DITUDUH CURI SAWIT, DERLI ROMADON DIPUKULI, MATA DILAKBAN RAPAT,SETELAH 1 BULAN LEBIH KINI HARUS DI LARIKAN KE RUMAH SAKIT. KELUARGA: NO JUSTICE NO PEACE!
Berita ini 68 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 18 April 2026 - 19:40 WIB

Diduga Banyak Kegiatan Fiktif, Aktivis & Media Siap Laporkan Dana Desa Rantau Dodor ke BPK dan Kejaksaan

Sabtu, 18 April 2026 - 17:11 WIB

SENGKETA WARIS MEMANAS, AHLI WARIS TUNTUT KEADILAN TANAH ATAS NAMA TUNIT BINTI JENAH & TINJAN BIN BANJAR HUSIN DI TABA LESTARI.

Sabtu, 18 April 2026 - 11:44 WIB

Harga Gas LPG Melonjak Rp60 Ribu, Masyarakat Desak Pemkab Empat Lawang Bertindak

Sabtu, 18 April 2026 - 11:15 WIB

Dugaan Hina Profesi Wartawan: Polres Empat Lawang Panggil Oknum Guru PNS

Senin, 13 April 2026 - 17:17 WIB

GEMPAR! BAYI DITEMUKAN DIBUANG DI SEMAK BELUKAR, KAPOLRES: KAMI AKAN CARI PELAKUNYA

Berita Terbaru