Tidak Ada Korban Jiwa, Namun Seluruh Harta Benda Hancur Terbakar
Empat Lawang, Literaturtv.id, 28 Maret 2026 – Sebuah kejadian kebakaran mengejutkan masyarakat di Kelurahan Tanjung Kupang, Kecamatan Tebing Tinggi, Kabupaten Empat Lawang, yang terjadi pada hari Sabtu (28/3) dini hari sekitar pukul 02.30 WIB. Rumah milik pasangan Apri (48 tahun) dan Marta (35 tahun) yang berlokasi di Kampung Talang Banyu benar-benar hancur terbakar hingga tidak tersisa satu pun bagian yang bisa digunakan lagi.
Kebakaran pertama kali terdeteksi oleh Marta sendiri ketika ia sedang terbangun dan melihat nyala api besar menyambar dari arah atas rumah. Segera setelah itu, Marta keluar dan berteriak untuk memperingatkan warga sekitar, serta langsung menghubungi dinas pemadam kebakaran dan pihak kepolisian setempat.
“Ketika saya melihatnya, api sudah sangat besar dan menyebar cepat ke seluruh bagian rumah. Saya langsung memanggil tetangga lainnya untuk meminta bantuan,” ujar Marta sambil histeris.
Petugas pemadam kebakaran dari Pos Pemadam Kebakaran Tebing Tinggi tiba di lokasi sekitar pukul 02.45 WIB. Mereka menghadapi tantangan karena akses jalan menuju lokasi kejadian agak sempit, sehingga hanya satu kendaraan pemadam yang bisa masuk dan lainnya harus diparkir beberapa meter dari lokasi kebakaran. Meskipun demikian, petugas bekerja dengan cepat dan terkoordinasi, hingga akhirnya api berhasil dipadamkan total pada pukul 03.25 WIB.
Dalam kejadian ini, tidak ada korban jiwa yang melaporkan. Pada saat kebakaran terjadi, Marta bersama dua anaknya, yaitu Piza (10 tahun) dan Pino (5 tahun), sedang berada di dalam rumah dan menunggu pulangnya suaminya yang bekerja sebagai pekerja konstruksi di lokasi proyek sekitar 15 kilometer dari rumah mereka.
“Saya baru saja mengantar anak-anak tidur ketika tiba-tiba merasakan panas yang luar biasa dan melihat nyala api dari arah kamar depan. Saya langsung menggoyangkan anak-anak untuk bangun dan keluar dengan cepat. Saat itu saya sangat panik dan histeris karena semua barang dan dokumen penting kita ada di dalam rumah,” ujar Marta dengan suara meratap saat ditemui di posko sementara yang disediakan oleh pemerintah kelurahan.
Seluruh barang dalam rumah, mulai dari perabotan rumah tangga, perlengkapan elektronik, dokumen pribadi, hingga tabungan dan barang berharga lainnya hancur terbakar tidak tersisa apa-apa. Satu-satunya yang bisa diselamatkan adalah pakaian yang dikenakan oleh Marta dan kedua anaknya pada saat kejadian.
@redaksi









