Empat Lawang, Literaturtv.id Polemik terkait pengelolaan Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) kembali mencuat. Kali ini, sorotan tertuju pada seorang kepala sekolah yang diduga enggan memberikan klarifikasi terkait penggunaan dana tersebut. Bahkan, yang lebih mengkhawatirkan, kepala sekolah tersebut dikabarkan enggan mengakui posisinya sebagai kepala sekolah.
Kondisi ini memicu reaksi keras dari aktivis dan lembaga Mereka berharap agar pihak dinas terkait segera turun tangan untuk mencari tahu kebenaran di balik permasalahan ini. Jika terbukti kepala sekolah tersebut enggan mengakui jabatannya, masyarakat mendesak agar yang bersangkutan segera dipecat dari jabatannya dan di berikan sanksi yang setimpal
“Kami sebagai aktivis dan forum media sangat kecewa dengan sikap kepala sekolah yang seperti ini. Dana BOS itu kan uang negara, seharusnya transparan penggunaannya. Kalau kepala sekolahnya saja tidak mau mengakui jabatannya, bagaimana mau mengelola sekolah dengan baik?” ujar salah seorang tokoh masyarakat yang enggan disebutkan namanya.adapum anggaran dana bosnya pada tahun 2024 .,Rp.88.200 dan tahap 1 tahun 2025 43.200 dan kondisi sekolah nya pun tidak sesuai apa yang di reaslisasikan
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak terkait.dan aktivis CR berharap agar berita ini di tindak lanjuti oleh pihak inspektorat dan permohonan untuk segera meng audit secara rinci semenjak kepala sekolah itu menjabat Karana dugaan semakin meng kerucut dan bahkan tidak mau mengakui kepala sekolah tersebut.
@# redaksi









