Gabungan Aktivis Empat Lawang Mengecam Angkutan Batu Bara yang Melintas di Kabupaten Empat Lawang

- Penulis

Rabu, 22 Januari 2025 - 13:12 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Empat Lawang, Sumsel – Gabungan Aktivis Empat Lawang mengeluarkan kecaman terhadap angkutan batu bara yang terus melintas di wilayah Kabupaten Empat Lawang. Masyarakat setempat sudah lama melaporkan keresahan terkait dampak negatif dari mobil-mobil angkutan batu bara yang sering melewati daerah tersebut.

Pada Rabu, 22 Januari 2025, sebuah insiden terjadi di mana sebuah mobil angkutan batu bara terbalik dan tergeletak di pinggir jalan, hampir mengenai rumah warga. Beruntung, kejadian ini tidak menimbulkan korban jiwa, meski sangat meresahkan masyarakat.

Cecep, selaku Koordinator Gabungan Aktivis Empat Lawang, menyatakan, “Mulai hari ini kami meminta pihak pengelola angkutan batu bara untuk mematuhi aturan yang telah ditetapkan dalam undang-undang dan peraturan daerah yang berlaku. Jika keluhan ini terus diabaikan, kami akan mengambil langkah hukum, termasuk melaporkan masalah ini ke aparat kepolisian karena hal ini berpotensi merugikan negara dan kesehatan masyarakat Kabupaten Empat Lawang.”

Sementara itu, video yang diposting di akun Facebook Hendri Azzam Jambak juga menunjukkan keluhan masyarakat mengenai mobil angkutan batu bara yang melewati jalan-jalan utama kota. Masyarakat menyayangkan keputusan angkutan batu bara yang tidak menggunakan jalan poros yang lebih sesuai. Selain itu, mereka mengeluhkan kerusakan jalan yang semakin parah akibat getaran dari kendaraan besar tersebut, yang dapat membahayakan keselamatan.

Baca Juga :  Miris! Oknum PNS Anita Diduga Tak Beretika, Lecehkan Profesi Wartawan di Media Sosia.

“Jika dibiarkan, jalan kota akan semakin rusak. Siapa yang akan bertanggung jawab atas kerusakan ini? Jika tidak ada tindakan tegas, nantinya yang akan disalahkan adalah Bupati,” ujar salah satu warga yang enggan disebutkan namanya.

Hingga berita ini diturunkan, pihak terkait, termasuk PJ Bupati Empat Lawang, belum dapat dikonfirmasi mengenai langkah-langkah yang akan diambil untuk mengatasi masalah ini. Aktivis dan masyarakat berharap agar segera ada tindakan tegas demi kenyamanan dan keselamatan warga setempat.

Berita Terkait

Tower Diduga Milik Indosat Siap Beroperasi Tanpa Koordinasi & Izin Lengkap di Desa Gunung Meraksa Baru, Aktivis: Perusahaan Besar Mustahil Tak Tahu Aturan, Diduga Ada Penyimpangan
Gelar Perkara Kasus ITE: Terlapor ASN Berdalih Sebut “Bu Diah” Bukan Mengarah Kepada Wartawan
Pelantikan Relawan H. Iskandar SE Fraksi PAN RI Serta Pengurus DPC PAN Se-Kabupaten Empat Lawang Digelar Meriah
Kantor Camat Tebing Tinggi Sepi Pegawai: Dari 16 ASN Hanya 6 Orang Hadir, Ada yang Mangkir 3 Tahun,Ada juga yang Pilih ke kebun Tapi Tetap Terima Gaji
STOK KONTRASEPSI IMPLAN KRITIS, WARGA EMPAT LAWANG TERHALANG IKUTI PROGRAM KB
PAN Sumsel Gelar Rakerwil I, Targetkan Masuk Tiga Besar Nasional di Pemilu 2029
Dana Aspirasi DPRD PROV 2013 Masih Mengambang – Diduga Mengalir ke Rekening Pribadi Suami, Ir. H
Kantor Camat Tebing Tinggi Sepi di Jam Kerja – LSM Akan Laporkan Oknum yang Tak Pernah Masuk, Ahli Ibadah: Ini Setara Makan Harta Haram
Berita ini 327 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 7 Agustus 2026 - 15:43 WIB

Tower Diduga Milik Indosat Siap Beroperasi Tanpa Koordinasi & Izin Lengkap di Desa Gunung Meraksa Baru, Aktivis: Perusahaan Besar Mustahil Tak Tahu Aturan, Diduga Ada Penyimpangan

Selasa, 4 Agustus 2026 - 11:25 WIB

Gelar Perkara Kasus ITE: Terlapor ASN Berdalih Sebut “Bu Diah” Bukan Mengarah Kepada Wartawan

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 19:19 WIB

Pelantikan Relawan H. Iskandar SE Fraksi PAN RI Serta Pengurus DPC PAN Se-Kabupaten Empat Lawang Digelar Meriah

Selasa, 7 Juli 2026 - 00:00 WIB

Kantor Camat Tebing Tinggi Sepi Pegawai: Dari 16 ASN Hanya 6 Orang Hadir, Ada yang Mangkir 3 Tahun,Ada juga yang Pilih ke kebun Tapi Tetap Terima Gaji

Jumat, 3 Juli 2026 - 07:49 WIB

STOK KONTRASEPSI IMPLAN KRITIS, WARGA EMPAT LAWANG TERHALANG IKUTI PROGRAM KB

Berita Terbaru