DIDUGA LANGGAR PROSEDUR, PUSKESMAS SIDOREJO BERHENTIKAN PEKERJA HONORER SECARA SEPIHAK

- Penulis

Selasa, 6 Januari 2026 - 11:08 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

LUBUKLINGGAU — Puskesmas Sidorejo yang berada di Kelurahan Ulak Lebar, Kecamatan Lubuklinggau Barat, Kota Lubuklinggau, menjadi sorotan publik setelah adanya dugaan pemberhentian sepihak terhadap seorang pekerja honorer wanita.

Pekerja honorer tersebut mengaku diberhentikan secara mendadak oleh pihak Puskesmas Sidorejo tanpa melalui prosedur yang semestinya. Ia menegaskan tidak pernah menerima Surat Peringatan (SP) baik SP 1, SP 2, maupun SP 3 sebelum dinyatakan tidak lagi dipekerjakan.

Menurut pengakuan korban, pihak puskesmas secara tiba-tiba menyampaikan bahwa dirinya sudah tidak bekerja lagi, tanpa penjelasan tertulis maupun dasar hukum yang jelas. Hal ini dinilai bertentangan dengan prinsip profesionalisme dan keadilan dalam hubungan kerja, khususnya bagi tenaga honorer.

Baca Juga :  Kabag Umum (ARJ) Diduga Terlibat Korupsi Dana Pemeliharaan Rumah Dinas Bupati dan Wakil Bupati

Atas kejadian tersebut, pihak korban meminta perhatian dan tanggapan serius dari Pemerintah Kota Lubuklinggau, khususnya Dinas Kesehatan Kota Lubuklinggau, agar permasalahan ini dapat ditindaklanjuti secara objektif dan transparan.

Korban juga menyampaikan bahwa dirinya merupakan kepala keluarga sekaligus tulang punggung keluarga dengan tiga orang anak yang masih menjadi tanggungan. Pemberhentian sepihak ini dinilai sangat berdampak pada kondisi ekonomi dan keberlangsungan hidup keluarganya.

Baca Juga :  KEBAKARAN MEMANGKAS SATU RUMAH DI TALANG BANYU, TANJUNG KUPANG - TEBING TINGGI

Hingga berita ini diterbitkan, pihak Puskesmas Sidorejo maupun Dinas Kesehatan Kota Lubuklinggau belum memberikan keterangan resmi terkait permasalahan tersebut. Masyarakat berharap instansi terkait dapat segera memberikan klarifikasi dan menyelesaikan persoalan ini sesuai dengan aturan yang berlaku.

Penulis : ZAINUDIN NASRI

Editor : ZAINUDIN NASRI

Sumber Berita : BAMBANG PRASETIYO

Berita Terkait

Diduga Banyak Kegiatan Fiktif, Aktivis & Media Siap Laporkan Dana Desa Rantau Dodor ke BPK dan Kejaksaan
SENGKETA WARIS MEMANAS, AHLI WARIS TUNTUT KEADILAN TANAH ATAS NAMA TUNIT BINTI JENAH & TINJAN BIN BANJAR HUSIN DI TABA LESTARI.
Harga Gas LPG Melonjak Rp60 Ribu, Masyarakat Desak Pemkab Empat Lawang Bertindak
Dugaan Hina Profesi Wartawan: Polres Empat Lawang Panggil Oknum Guru PNS
GEMPAR! BAYI DITEMUKAN DIBUANG DI SEMAK BELUKAR, KAPOLRES: KAMI AKAN CARI PELAKUNYA
GURU BAHASA INDONESIA SMPN 5 TEBING TINGGI HINA WARTAWAN: “CARI BERITA KE AKHIRAT”, FORKOM WARTAWAN SIAP LAPORKAN!
DIDUGA TIMBUN GAS DI RUMAH MEWAH, HARGA LPG DI EMPAT LAWANG MELAMBUNG CAPAI RP 50 RIBU
GEGER! DITUDUH CURI SAWIT, DERLI ROMADON DIPUKULI, MATA DILAKBAN RAPAT,SETELAH 1 BULAN LEBIH KINI HARUS DI LARIKAN KE RUMAH SAKIT. KELUARGA: NO JUSTICE NO PEACE!
Berita ini 37 kali dibaca
#VIRAL #FYP #NEWS #HONORER

Berita Terkait

Sabtu, 18 April 2026 - 19:40 WIB

Diduga Banyak Kegiatan Fiktif, Aktivis & Media Siap Laporkan Dana Desa Rantau Dodor ke BPK dan Kejaksaan

Sabtu, 18 April 2026 - 17:11 WIB

SENGKETA WARIS MEMANAS, AHLI WARIS TUNTUT KEADILAN TANAH ATAS NAMA TUNIT BINTI JENAH & TINJAN BIN BANJAR HUSIN DI TABA LESTARI.

Sabtu, 18 April 2026 - 11:44 WIB

Harga Gas LPG Melonjak Rp60 Ribu, Masyarakat Desak Pemkab Empat Lawang Bertindak

Sabtu, 18 April 2026 - 11:15 WIB

Dugaan Hina Profesi Wartawan: Polres Empat Lawang Panggil Oknum Guru PNS

Senin, 13 April 2026 - 17:17 WIB

GEMPAR! BAYI DITEMUKAN DIBUANG DI SEMAK BELUKAR, KAPOLRES: KAMI AKAN CARI PELAKUNYA

Berita Terbaru